Tanjungtv.com – Kecamatan Pemenang yang dikenal sebagai pusat pariwisata sekaligus penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini justru dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal dari wakil rakyatnya. Hal ini disorot oleh Keluarga Besar Mahasiswa Lombok Utara (KBM Lotara) melalui kritik terbuka terhadap kinerja anggota DPRD Dapil 5.
Ketua KBM Lotara, Abed Aljabiri Adnan, menilai Pemenang memiliki posisi strategis bagi denyut ekonomi daerah. Namun, berbagai persoalan penting yang menyentuh langsung masyarakat hingga kini belum ditangani secara serius. Mulai dari tata kelola kawasan konservasi Gili Matra, jalur pariwisata yang dinilai belum terang dan aman, hingga lambannya pemulihan ekonomi pedagang ikan yang terdampak kasus dugaan kekerasan di Malaka.
Menurut Abed, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara besarnya kontribusi Pemenang terhadap PAD daerah dengan perhatian yang diberikan oleh para wakil rakyatnya. “Pemenang bukan sekadar wilayah administratif, ini pusat perputaran ekonomi KLU. Tapi realitas di lapangan, banyak persoalan masyarakat yang seolah dibiarkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa melihat adanya jarak antara DPRD dan kebutuhan nyata masyarakat. Ketika persoalan publik tak direspons maksimal, maka fungsi representasi wakil rakyat patut dipertanyakan. “DPRD seharusnya tampil sebagai advokat publik, bukan sekadar penonton dari masalah yang terus berulang,” tegasnya.
Abed juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk penyerangan, melainkan dorongan agar DPRD lebih peka dan responsif. Ia berharap para legislator Dapil 5 mampu mengembalikan peran strategisnya sebagai penyambung lidah rakyat, khususnya masyarakat Pemenang yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Suara masyarakat tidak boleh diabaikan. Keberpihakan kepada kepentingan publik adalah marwah utama wakil rakyat,” tandasnya.















