Tanjungtv.com – Rencana pemindahan 154 kapal dari Pelabuhan Benua ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Telp
Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan fasilitas transportasi
Meski demikian, Nurjaman optimistis bahwa tantangan tersebut bisa diatasi jika ada komitmen dari investor untuk membangun fasilitas pendukung. “Kalau sudah ada kejelasan kapan PPN Teluk Awang alias
Selain itu, pemindahan kapal-kapal besar dari Benua ke Teluk Awang juga akan memerlukan peningkatan kualitas jalan dan akses menuju pelabuhan. Saat ini, akses transportasi darat menuju Teluk Awang dinilai belum cukup memadai untuk mendukung lalu lintas barang dan ikan dalam jumlah besar. “Kita harus memikirkan jalan akses yang bisa mendukung mobilitas kapal dan barang yang diangkut ke pelabuhan ini. Ini penting untuk memaksimalkan potensi yang ada,” tegas Nurjaman.
Pemindahan 154 kapal ke Teluk Awang merupakan bagian dari kebijakan yang lebih besar untuk menjadikan Benua sebagai dermaga pariwisata. Dengan perubahan fungsi ini, Teluk Awang diproyeksikan menjadi pusat perikanan utama di Lombok Tengah. Meski Pelabuhan Awang diklaim memiliki kualitas dermaga yang sangat baik dan mampu menampung kapal besar, namun kelengkapan fasilitas distribusi ikan yang memadai masih menjadi prasyarat penting untuk mendukung rencana besar ini.
Jika perubahan status menjadi Pelabuhan Samudra sudah disetujui, Teluk Awang diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar. “Dengan adanya kapal-kapal besar yang bersandar, masyarakat bisa merasakan dampak langsungnya melalui peningkatan perekonomian, khususnya di sektor perikanan dan jasa,” jelas Nurjaman.
Namun, tanpa peningkatan infrastruktur yang memadai, pemindahan kapal-kapal ini dapat membawa masalah baru bagi pelabuhan tersebut. Dari sisi pemerintah daerah, dukungan terhadap peningkatan infrastruktur pelabuhan juga sangat dibutuhkan agar proses distribusi hasil tangkapan ikan berjalan lancar. Selain itu, peningkatan fasilitas gudang pendingin dan area bongkar muat ikan menjadi fokus lain yang harus segera diperbaiki.
Proses pemindahan kapal ini diperkirakan akan mulai berlangsung setelah keputusan status Pelabuhan Samudra turun dari pemerintah pusat. “Kita masih menunggu kebijakan dari pusat, namun persiapan terus kita lakukan agar Teluk Awang siap menerima pemindahan kapal tersebut,” kata Nurjaman menutup keterangannya.
Dengan segala tantangan yang ada, perubahan status Teluk Awang menjadi Pelabuhan Samudra menjadi momen penting bagi masa depan perikanan di Lombok Tengah. Tantangan infrastruktur harus segera diatasi agar pelabuhan ini dapat benar-benar membawa manfaat maksimal bagi masyarakat.















