Pemkab dan BAZNAS KLU Serahkan Bantuan Benih Inpari 32 untuk Petani Kerta Raharja

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Penyerahan benih padi Inpari 32 di Dusun Kerta Raharja tahun ini bukan sekadar distribusi bantuan pertanian. Di balik gemuruh Air Terjun Kerta Raharja yang menjadi latar kegiatan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama BAZNAS KLU memperlihatkan model pembangunan baru: menjadikan pertanian sebagai motor ekonomi sekaligus bagian dari ekosistem wisata alam desa.

Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., hadir mewakili Pemkab untuk menyerahkan langsung benih padi unggul kepada para petani. Varietas Inpari 32 yang diturunkan ke lahan warga dikenal sebagai hasil persilangan Ciherang dan IRBB64—tahan hama, berumur genjah, dan mampu menghasilkan hingga 8,42 ton per hektare.

banner 325x300

“Inpari 32 ini sangat ideal untuk lahan irigasi hingga ketinggian 600 meter. Dengan kualitas ini, petani kita tidak hanya menanam, tapi menaikkan produktivitas sekaligus daya saing,” kata Sahabudin.

Namun lebih dari itu, ia menekankan bahwa Dusun Kerta Raharja memiliki posisi unik: potensi pertanian yang kuat berdampingan harmonis dengan destinasi wisata air terjun yang terus berkembang. Sinergi keduanya diyakini dapat membuka ruang usaha baru, mulai dari agrowisata hingga pemasaran hasil tani berbasis kunjungan wisata.

“BAZNAS dan Pemda bukan hanya memberi bantuan, tetapi sedang membangun ekosistem pangan berbasis wisata. Jika ini dirawat, nilai ekonominya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua BAZNAS KLU, Slamet Riadi, S.Pd., menegaskan bahwa penyerahan benih ini merupakan program rutin tahunan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial melalui tradisi Selamet Bangket—ritual doa tahunan sebelum para petani mulai mengolah sawah.

“Ada sekitar 70 petani di wilayah Sumpek Kerta dengan lahan aktif 35 hektare. Tradisi Selamet Bangket ini membuat kerja pertanian bukan hanya soal produksi, tapi juga doa dan kebersamaan,” jelasnya.

Menurutnya, benih unggul adalah intervensi modern, sementara Selamet Bangket adalah kearifan lokal. Ketika keduanya berjalan seiring, pertanian tidak sekadar menjadi mata pencaharian, tetapi identitas dan kekuatan ekonomi desa.

Ritual Selamet Bangket yang digelar di area wisata air terjun ikut menjadi daya tarik tersendiri. Selain memastikan keberkahan sebelum turun ke sawah, kegiatan itu memperkaya nuansa budaya yang bisa dikembangkan sebagai agenda tahunan berbasis wisata spiritual dan tradisi pertanian.

Melalui program ini, Pemkab dan BAZNAS KLU mempertegas arah pembangunan daerah: memodernisasi pertanian tanpa meninggalkan akar budaya. Dusun Kerta Raharja pun mulai menapaki peran baru sebagai kawasan pangan wisata, tempat benih unggul dan kearifan lokal tumbuh bersama untuk kesejahteraan masyaraka

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *