Pemprov Desak 300 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Tahun 2025, Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran Jadi Harapan Petani NTB!

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyampaikan harapan besar kepada Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang baru saja dilantik pada Ahad (20/10). Salah satu fokus utama Pemprov NTB adalah memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi para petani di wilayah NTB, sebuah kebutuhan mendesak yang dianggap krusial untuk kesejahteraan sektor pertanian daerah.

Asisten II Setda NTB, Fathul Gani, menekankan pentingnya pemenuhan alokasi pupuk subsidi bagi NTB di tahun 2025 mendatang. Menurutnya, Pemprov NTB telah mengajukan permohonan alokasi sebesar 300 ribu ton pupuk urea kepada pemerintah pusat, belum termasuk jenis pupuk lainnya seperti NPK yang juga sangat dibutuhkan oleh para petani.

banner 325x300

“Pertama yang paling dibutuhkan petani kita adalah ketersediaan pupuk subsidi. Mudah-mudahan alokasi pupuk subsidi kita di tahun 2025 ini sesuai dengan jumlah yang kita usulkan, yakni sekitar 300 ribu ton pupuk urea,” ungkap Fathul Gani saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Kantor Gubernur NTB, Senin (21/10).

Menurut Gani, kebutuhan pupuk subsidi tersebut sangat vital untuk menjaga produktivitas pertanian di NTB. Peningkatan produksi pangan, khususnya komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan tembakau, sangat bergantung pada dukungan pemerintah dalam penyediaan pupuk yang terjangkau bagi petani kecil. Selama ini, kelangkaan pupuk subsidi kerap menjadi masalah yang berdampak pada hasil panen dan kesejahteraan petani.

Dalam pertemuan tersebut, Gani juga menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat melalui Kabinet Merah Putih dapat lebih memperhatikan kesejahteraan petani. Tidak hanya melalui pupuk subsidi, tetapi juga melalui berbagai program lain yang langsung menyentuh kehidupan petani di lapangan. Gani menyoroti perlunya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Harapan kami kepada Kabinet Merah Putih ini sangat besar. Kami percaya dengan komitmen Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, sektor pertanian akan mendapatkan perhatian yang lebih serius, terutama terkait ketersediaan pupuk subsidi. Ini bukan hanya soal angka, tapi juga soal distribusi yang efektif dan efisien,” tambah Gani.

Selain pupuk, Gani juga menekankan pentingnya program-program dukungan lain seperti irigasi, penyuluhan pertanian, dan akses permodalan bagi petani kecil. Menurutnya, tanpa adanya dukungan menyeluruh, para petani di NTB akan kesulitan untuk berdaya saing di tengah tantangan global, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.

Sejak dilantik, Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran memang telah mendapat perhatian publik terkait arah kebijakan yang akan diambil, terutama dalam bidang pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian banyak daerah di Indonesia. Pemprov NTB berharap, dalam masa pemerintahan ini, sektor pertanian NTB akan mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam hal produksi dan kesejahteraan petani.

Dengan kondisi iklim yang mendukung serta potensi pertanian yang besar, NTB telah menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Namun, tantangan dalam hal penyediaan sarana produksi, seperti pupuk dan alat pertanian, seringkali menghambat optimalisasi potensi tersebut. Fathul Gani berharap, dengan perhatian dari pemerintah pusat, hal ini bisa segera diatasi.

“Bukan hanya soal kuantitas pupuk, tapi juga kualitasnya. Kami ingin memastikan pupuk subsidi yang diberikan kepada petani adalah yang terbaik, sehingga bisa meningkatkan hasil pertanian secara optimal,” pungkas Gani.

Harapan besar Pemprov NTB kepada Kabinet Merah Putih ini tidak hanya datang dari kalangan pemerintah, namun juga dari para petani yang selama ini merasakan dampak langsung dari kebijakan pupuk subsidi. Para petani berharap, dengan perhatian yang lebih serius dari pemerintah, masalah klasik seperti kelangkaan pupuk dan harga yang tidak stabil bisa segera teratasi.

Pemprov NTB pun berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar harapan para petani dapat terwujud, dan sektor pertanian NTB bisa semakin maju dan berdaya saing di masa depan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *