Tanjungtv.com – Pendaftaran Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Mataram resmi ditutup pada 20 Oktober 2024. Namun, fakta mengejutkan muncul setelah data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram mengungkapkan bahwa dari 583 formasi yang diberikan oleh pemerintah pusat, terdapat 30 formasi yang kosong tanpa pelamar! Apakah ini pertanda krisis minat pada formasi PPPK di Mataram?
Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, dalam keterangan resminya pada Senin (21/10) mengonfirmasi bahwa 30 formasi tersebut meliputi 19 formasi tenaga guru, 10 formasi tenaga kesehatan, dan 1 formasi tenaga teknis. “Sampai pendaftaran ditutup tadi malam, ada 30 formasi PPPK yang tanpa pelamar,” ujar Taufik dengan nada prihatin.
Formasi kosong ini mengejutkan, mengingat banyak tenaga honorer dan eks K2 di Mataram yang tengah menunggu kesempatan untuk diangkat. “Formasi kosong ini menjadi peluang bagi mereka yang akan mendaftar di tahap kedua,” jelas Taufik. Dia juga menegaskan bahwa formasi kosong ini bukan diperuntukkan bagi tenaga eks K2. Sebagian besar formasi PPPK sudah dialokasikan untuk eks K2 di Kota Mataram, yang jumlahnya mencapai 340 orang.
Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan minat pelamar terlihat di sektor kesehatan. Banyak pelamar lebih memilih mendaftar di RSUD Kota Mataram, sementara formasi serupa di puskesmas-puskesmas justru tidak diminati. “Di RSUD Kota Mataram, ada 5 formasi asisten apoteker yang semuanya penuh. Sementara di puskesmas tidak ada yang mau mendaftar,” ungkapnya. Kondisi ini menggambarkan ketimpangan distribusi pelamar, terutama di bidang kesehatan.
Meski begitu, Taufik meyakinkan bahwa 30 formasi kosong ini tidak akan hilang begitu saja. Formasi tersebut tetap menjadi milik Kota Mataram dan akan dibuka kembali pada tahap kedua yang dijadwalkan pada November 2024. “Kami yakin seluruh formasi akan terpenuhi pada tahap II, karena ini sudah diperhitungkan oleh OPD untuk diisi oleh pelamar yang tidak masuk dalam data base,” ujarnya dengan optimis.
Pada tahap pertama, jumlah pelamar PPPK mencapai 1.881 orang, dengan rincian 110 pelamar untuk formasi tenaga guru, 436 pelamar untuk tenaga kesehatan, dan 1.335 pelamar untuk tenaga teknis. Namun, jumlah ini masih jauh di bawah target BKPSDM yang mematok angka 2.100 pelamar. “Ini masih kurang sekitar 300 orang dari target kami,” jelas Taufik.
Taufik juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kurangnya pelamar adalah karena beberapa tenaga honorer lebih memilih untuk mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS). “Mereka yang sudah mendaftar CPNS tidak bisa mendaftar PPPK. Sesuai aturan, seseorang hanya bisa memilih salah satu antara CPNS atau PPPK,” tambahnya.
Dari 583 formasi yang diberikan oleh pemerintah pusat, formasi terbesar adalah untuk tenaga teknis, yang mencapai 400 formasi, diikuti oleh tenaga kesehatan sebanyak 87 formasi, dan tenaga guru sebanyak 96 formasi. PPPK ini khusus dibuka untuk tenaga honorer dan eks K2.
Kabar tentang formasi PPPK yang kosong ini tentu saja mengejutkan, terutama di tengah kebutuhan akan tenaga kerja profesional di Kota Mataram. Apakah kekosongan formasi ini akan terisi di tahap kedua? Ataukah kita akan melihat semakin banyak formasi yang terlantar? Hanya waktu yang akan menjawab!















