Tanjungtv.com — Kepolisian Resor Lombok Utara meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait penemuan mayat perempuan di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Minggu (18/1). Polisi menegaskan bahwa hingga saat ini identitas korban maupun penyebab kematiannya belum dapat dipastikan.
Kasatreskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Komang Wilandra, membantah kabar yang menyebutkan bahwa hasil otopsi telah keluar serta korban telah teridentifikasi. “Tidak ada pelaksanaan otopsi. Semua masih dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mencocokkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Informasi yang beredar di media sosial dinilai dapat menimbulkan spekulasi dan mengganggu proses penyelidikan.
Diketahui, jenazah perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan tergeletak di tepi Pantai Pandanan oleh seorang warga bernama Supriadi saat berjalan di sekitar proyek jalan Malaka Hill. Temuan itu segera dilaporkan kepada aparat desa setempat sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pakaian dalam dan satu cincin yang diduga milik korban. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, termasuk warga yang pertama kali menemukan jenazah, kepala dusun, dan kepala desa setempat.
Kasus ini sempat dikaitkan dengan laporan hilangnya seorang perempuan asal Malang, Jawa Timur, yang meninggalkan sepeda motor serta barang-barang pribadinya di pinggir jalan Desa Malaka. Namun polisi menegaskan, keterkaitan kedua peristiwa tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan.















