Polisi Segera Jemput Paksa Penyewa Alat Berat yang Hilang, Misteri Dump Truck yang Dicari Ternyata Dicatut Ulang

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Polresta Mataram masih berjuang keras mengungkap keberadaan alat berat milik Balai Pemeliharaan Jalan Wilayah Pulau Lombok, Dinas PUPR Provinsi NTB, yang dilaporkan hilang. Meski ekskavator yang menjadi salah satu barang bukti sudah ditemukan, nasib beberapa alat berat lainnya masih misterius. Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, menyatakan bahwa pihak kepolisian terus melakukan penelusuran intensif untuk mengungkap keberadaan alat-alat tersebut.

“Kami terus melakukan penelusuran terhadap alat berat yang belum ditemukan. Termasuk menyelidiki keberadaan pihak penyewa,” ungkap Kompol Yogi saat memberikan keterangan pers. Salah satu penyewa yang terlibat, diketahui bernama Fendi, telah dipanggil dua kali oleh polisi, namun hingga kini masih mangkir. “Jika dalam waktu dekat Fendi tidak juga datang memenuhi panggilan, kami akan tetapkan sebagai tersangka dan jemput paksa,” tegas Yogi.

banner 325x300

Dugaan terkait keberadaan alat-alat berat yang hilang semakin menguat, setelah Lombok Post menerima informasi bahwa dua dump truck dan satu alat molen pengaduk milik Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB dilaporkan masih berada di wilayah Lombok Timur. Namun, kabarnya dua dump truck tersebut sudah dicat ulang untuk mengaburkan identitas aslinya. Kendati demikian, polisi tetap yakin akan menemukan alat-alat berat tersebut melalui kerja sama dengan pihak terkait.

“Kami akan tetap melacak hingga menemukan alat-alat tersebut karena ini adalah aset negara yang harus dilindungi,” kata Yogi menegaskan komitmen kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini.

Sementara itu, Kasi Peralatan Balai Pemeliharaan Jalan Wilayah Pulau Lombok, Dinas PUPR NTB, Haerul Anwar, mengonfirmasi bahwa ekskavator yang hilang dan ditemukan dalam kondisi rusak parah adalah satu-satunya ekskavator yang dimiliki oleh balai tersebut. Haerul menyayangkan kondisi alat berat tersebut, yang rusaknya diperkirakan memerlukan biaya perbaikan ratusan juta rupiah. “Butuh biaya yang sangat besar untuk memperbaiki ekskavator ini, dan itu pun belum tentu bisa kembali berfungsi secara normal,” katanya.

Haerul menambahkan, idealnya balai memiliki dua unit ekskavator untuk menunjang kinerja pemeliharaan jalan di wilayah Lombok, namun hingga saat ini, satu-satunya ekskavator justru dalam kondisi rusak. Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena melibatkan aset negara yang penting untuk infrastruktur jalan.

Kehilangan alat berat dan penyewaan yang tidak bertanggung jawab ini telah menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Langkah tegas yang akan diambil oleh pihak kepolisian, termasuk rencana untuk menjemput paksa penyewa, menjadi sorotan utama dalam penyelidikan ini. Selain itu, dugaan pencatutan ulang dump truck semakin menambah teka-teki hilangnya alat berat ini. Masyarakat pun berharap kasus ini segera terungkap demi menjaga integritas pengelolaan aset negara di wilayah NTB.

Dengan perkembangan terbaru, publik menunggu bagaimana langkah polisi selanjutnya dalam menuntaskan misteri alat berat yang hilang ini, serta tindakan hukum yang akan diambil terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Kepolisian diharapkan mampu menangani kasus ini dengan cepat dan efektif agar tidak ada lagi kasus serupa yang merugikan negara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *