Tanjungtv.com – Ribuan tenaga honorer di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini memasuki fase krusial menuju kepastian status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paro Waktu. Setelah portal pendataan resmi Kementerian PAN-RB kembali dibuka, seluruh honorer KLU yang masuk skema tersebut langsung dikebut proses administrasinya.
Sebanyak 2.532 tenaga honorer telah berhasil terdata dan diproyeksikan diangkat sebagai PPPK Paro Waktu. Hal ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor 800/1.1/1531/BKPSDM/2025 tentang percepatan pengusulan Nomor Induk PPPK Paro Waktu.
Kepala Bidang Kepegawaian BKPSDM Lombok Utara, Gede Suadnyana, mengatakan tahapan saat ini memasuki proses pemberkasan oleh peserta. Pengisian daftar riwayat hidup (DRH) dibuka hingga 15 Desember 2025, sementara pengusulan penetapan NIP ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus tuntas paling lambat 20 Desember 2025.
“Waktunya memang sangat terbatas, tapi kami optimis bisa diselesaikan. Kuncinya peserta harus bergerak cepat,” tegas Gede.
Untuk memastikan proses berjalan lancar, BKPSDM KLU telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). OPD diminta aktif menyampaikan informasi kepada masing-masing tenaga honorer terkait dokumen wajib yang harus segera disiapkan.
“Setelah dokumen diunggah paling lambat 15 Desember, kami akan melakukan verifikasi dan validasi secara intensif sebelum diajukan ke BKN,” tambahnya.
Dari sisi legislatif, Ketua DPRD KLU Agus Jasmani menilai dibukanya kembali portal SSCN menjadi bukti adanya sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menyebut langkah ini tidak terlepas dari upaya serius Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar yang terus melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah daerah, DPRD, dan tentu saja perjuangan para honorer yang konsisten menyuarakan haknya,” ujar Agus.
DPRD KLU, lanjutnya, berkomitmen mengawal penuh proses pemberkasan hingga penetapan NIP agar seluruh honorer yang telah terdata benar-benar mendapatkan kepastian status.
“Sekarang mereka sudah masuk tahap akhir. Proses ini harus kita jaga bersama agar tidak ada yang tertinggal,” pungkasnya.















