Tanjungtv.com — Kabar gembira bagi masyarakat petani, peternak, dan nelayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU)! Program pinjaman modal tanpa bunga yang telah membantu banyak pihak kembali berlanjut di tahun ini. Namun, sayangnya, anggaran untuk subsidi bunga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp 1 miliar pada tahun 2023, kini anggaran tersebut hanya dialokasikan sebesar Rp 600 juta. Meski begitu, pemerintah daerah memastikan program ini tetap berjalan untuk mendukung perekonomian lokal.
Dalam program ini, masyarakat yang menjadi penerima manfaat hanya perlu mengembalikan pokok pinjaman, sementara bunga pinjaman ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, mengungkapkan bahwa penurunan anggaran tersebut berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, yang merupakan mitra kerja program ini.
Mengapa Anggaran Dikurangi?
Menurut Tresnahadi, pada tahun lalu, Bank NTB Syariah sempat kewalahan merealisasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar meskipun pada akhirnya mampu mencapainya 100 persen hingga akhir tahun 2023. Oleh karena itu, untuk tahun ini, anggaran dikurangi guna memastikan pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan berjalan lancar.
“Kami melihat kemampuan Bank NTB Syariah dalam menyalurkan anggaran tersebut tahun lalu cukup terbatas, meskipun pada akhirnya mampu terealisasi. Tahun ini, dengan anggaran Rp 600 juta, kami berharap bisa membantu masyarakat petani, peternak, dan nelayan secara efektif,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (23/10).
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Meskipun anggaran berkurang, antusiasme masyarakat terhadap program ini tidak surut. Hingga saat ini, sudah ada 250 nasabah yang mengajukan pinjaman, dengan 136 di antaranya telah berhasil menerima pencairan. Total plafon pinjaman yang telah direalisasikan mencapai Rp 3,174 miliar.
Setiap nasabah mengajukan pinjaman dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 25 juta. Proses pengajuan pinjaman ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui penilaian ketat dari Bank NTB Syariah. Hanya penduduk yang berdomisili dan menjalankan usaha di KLU yang berhak mengajukan pinjaman. Plafon maksimal per nasabah ditetapkan sebesar Rp 25 juta dengan jangka waktu pengembalian paling lama 4 tahun.
Selain itu, Tresnahadi menegaskan bahwa program ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang belum pernah menerima fasilitas pinjaman dari program serupa sebelumnya.
Harapan untuk Tahun Depan: Anggaran Bertambah!
Dengan semangat optimisme yang tinggi, Tresnahadi berharap anggaran sebesar Rp 600 juta tahun ini dapat terealisasi 100 persen dalam waktu dekat. Bahkan, pihak Bank NTB Syariah telah meminta agar anggaran untuk program ini ditingkatkan pada tahun mendatang.
“Tahun depan, kami merencanakan untuk meningkatkan anggaran menjadi Rp 1,5 miliar. Hal ini karena sekarang Bank NTB Syariah sudah memiliki cabang di Pemenang, dan mereka juga ingin turut serta menyalurkan dana ini di wilayah tersebut,” tuturnya.
Melihat respons positif dari masyarakat serta potensi peningkatan anggaran di masa depan, program pinjaman modal tanpa bunga ini diyakini akan terus memberikan dampak positif bagi perekonomian petani, peternak, dan nelayan di Kabupaten Lombok Utara. Bagi banyak masyarakat di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, program ini menjadi angin segar di tengah tantangan ekonomi yang mereka hadapi.
Syarat dan Ketentuan yang Ketat
Meski begitu, Tresnahadi mengingatkan bahwa tidak semua orang bisa menerima fasilitas pinjaman ini. Beberapa syarat dan ketentuan harus dipenuhi, seperti:
Penduduk yang berdomisili di KLU.
Mengajukan plafon pinjaman maksimal Rp 25 juta.
Belum pernah mendapatkan fasilitas pinjaman dari program lain.
Usaha yang dijalankan harus berada dalam sektor pertanian, peternakan, atau perikanan.
Dengan syarat-syarat tersebut, diharapkan bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang benar-benar membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha mereka.
Masa Depan Program: Menuju Kesejahteraan Lebih Baik
Program pinjaman modal tanpa bunga ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah Lombok Utara untuk memperkuat ekonomi rakyat kecil. Meski anggaran tahun ini berkurang, harapan untuk anggaran yang lebih besar di tahun depan membawa optimisme baru. Dengan bertambahnya cabang Bank NTB Syariah di wilayah Pemenang, program ini bisa diperluas jangkauannya dan memberikan manfaat lebih luas lagi.
Masyarakat berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dukungan dari pemerintah daerah melalui program seperti ini sangat diharapkan guna memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Jadi, siap-siap! Program pinjaman modal tanpa bunga ini akan terus menjadi andalan untuk memperkuat sektor ekonomi utama Lombok Utara di tahun-tahun mendatang.















