Tanjungtv.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa proses pengajuan gelar pahlawan nasional untuk almarhumah Marsinah masih memerlukan waktu. Sosok yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan bahwa saat ini, nama Marsinah masih dalam tahap kajian di tingkat kabupaten, tepatnya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
BACA JUGA : Indonesia Siapkan Generasi Ulama Intelektual Melalui Beasiswa Al-Azhar 2025
“Prosesnya masih berjalan, tetapi belum memungkinkan selesai tahun ini. Kemungkinan baru bisa rampung tahun depan,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/5).
Menurutnya, mekanisme pengusulan pahlawan nasional memiliki tahapan yang panjang. Dimulai dari usulan di tingkat bupati atau walikota, kemudian dibahas oleh tim di tingkat provinsi sebelum diajukan ke Kementerian Sosial. Setelah itu, nama calon pahlawan akan ditinjau oleh Dewan Gelar sebelum akhirnya diputuskan oleh Presiden.
“Untuk tahun ini, sudah ada beberapa nama yang masuk di level Kemensos, seperti Soeharto, Gus Dur, HB Jassin, dan M. Yusuf,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Marsinah sebagai calon pahlawan nasional dari kalangan buruh dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei lalu. Marsinah, seorang aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan hak pekerja, meninggal dalam tragedi tragis pada 1993.
Meski belum bisa terwujud tahun ini, proses pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Marsinah tetap menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap langkah ini dapat memberikan pengakuan atas kontribusinya dalam memperjuangkan keadilan bagi pekerja di Indonesia.
“Kami berkomitmen menyelesaikan kajian ini dengan baik. Marsinah adalah sosok penting, dan kami ingin memastikan semua tahapan berjalan sesuai prosedur,” tegas Gus Ipul.
Dengan demikian, masyarakat masih perlu menunggu hingga tahun depan untuk melihat apakah gelar pahlawan nasional untuk Marsinah akhirnya dapat terwujud.















