Tanjungtv.com – Gelombang dukungan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) meledak dalam euforia massal. Ribuan warga dari berbagai kabupaten di Pulau Sumbawa bersiap membanjiri jalan-jalan pada 15 Mei 2025 mendatang, menyuarakan tekad bulat memisahkan diri dari NTB. Aksi ini digadang-gadang menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dengan peserta dari segala usia—mulai pelajar, petani, hingga tokoh adat—bersatu dalam satu misi: pemerataan pembangunan dan keadilan bagi Sumbawa!
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, memilih bersikap netral namun mengingatkan pentingnya kedamaian. “Ini adalah hak rakyat untuk menyampaikan aspirasi. Saya hanya berpesan: jaga kesehatan, jaga solidaritas, dan pastikan semuanya berjalan lancar,” tegas mantan Dubes Turki itu dengan senyum diplomatis. Meski tak mau banyak berkomentar, sikapnya justru memantik interpretasi: apakah ini sinyal diam-diam dari pemerintah provinsi?
Di balik layar, para pengamat politik menyoroti momentum kebangkitan isu PPS pasca-kekalahan Zulkieflimansyah di Pilgub NTB. Dr. Alfin Sahrin, pakar politik Universitas 45 Mataram, menegaskan: “Ini bukan sekadar nostalgia otonomi, tapi bukti bahwa Sumbawa ingin mandiri! Dengan PPS, pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik akan lebih cepat, lebih dekat, dan lebih merata!” Namun, ia juga mengingatkan agar semangat kedaerahan tidak mengalahkan nasionalisme.
Yang mengejutkan, aksi ini justru diwarnai kreativitas luar biasa. Bendera merah putih berbalut tulisan “Sumbawa Bangkit” dikibarkan di atas kuda-kuda Sumbawa, sementara seniman lokal menggelar pertunjukan drum band tradisional “Gendang Beleq” sepanjang rute demonstrasi. Media sosial pun dibanjiri tagar #SumbawaMaju2025, mengalahkan trending topic nasional!
Satu hal yang pasti: pemerintah pusat tak bisa lagi menutup mata. Jika moratorium DOB era SBY dulu menjadi penghalang, kini desakan rakyat Sumbawa datang dengan kekuatan baru—tanpa kekerasan, tapi penuh keyakinan. “Kami tidak mau jadi anak tiri di NTB. Saatnya PPS jadi kenyataan!” teriak salah satu koordinator aksi, disambut sorak ribuan suara.
Dengan semangat sebesar ini, 15 Mei 2025 mungkin akan tercatat sebagai hari bersejarah: hari di mana Sumbawa menulis takdirnya sendiri!















