Puluhan Hektare Lahan Terbakar di Lombok Tengah: Musim Kemarau Picu Kebakaran Lahan untuk Buka Lahan Baru

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah mencatat adanya puluhan hektare lahan yang terbakar selama musim kemarau tahun ini. Kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah sebagian besar dipicu oleh ulah warga yang sengaja membakar lahan dengan berbagai alasan, terutama untuk membuka lahan baru guna menanam jagung.

Kepala Damkartan Lombok Tengah, Supardan Kenah, mengungkapkan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan membuat kondisi lahan dan sampah kering, sehingga rentan terjadi kebakaran. Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, lebih dari 10 hektare lahan telah terbakar di beberapa kecamatan di Lombok Tengah. “Sampai saat ini, kami mencatat ada lebih dari 10 hektare lahan yang terbakar. Kebakaran ini terjadi di beberapa titik, khususnya di Kecamatan Pujut, KEK Mandalika, Praya, dan Jonggat,” jelas Supardan pada Kamis (17/10).

banner 325x300

Menurutnya, kebakaran tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas warga yang sengaja membakar lahan untuk membuka lahan pertanian baru. “Untuk wilayah selatan seperti Pujut dan Mandalika, banyak kebakaran lahan yang disebabkan oleh ulah warga yang sengaja membakar untuk membuka lahan tanaman jagung. Selain itu, ada juga yang hanya sekadar membakar sampah, tetapi karena kondisi kemarau yang panjang, api dengan cepat meluas,” lanjutnya.

Damkartan Lombok Tengah bersama kepolisian telah bergerak cepat untuk memadamkan api di setiap kejadian, sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tidak lagi membakar lahan secara sembarangan. Meski tindakan pembakaran dilakukan dengan sengaja, Supardan menegaskan bahwa pemerintah lebih memilih pendekatan edukatif daripada hukum dalam menangani masalah ini. “Kami belum ada laporan warga yang diproses hukum terkait hal ini. Kami lebih mengutamakan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola lahan, terutama di masa kemarau seperti ini,” tegasnya.

Dari catatan Damkartan, kebakaran lahan yang terjadi di 15 titik di Kecamatan Pujut, dua titik di Praya, dan satu titik di Jonggat, termasuk di area sekitar Kantor Bupati Lombok Tengah. Supardan menyebutkan bahwa tindakan pembakaran lahan ini bukan hanya membahayakan ekosistem dan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar jika tidak segera ditangani.

Selain kebakaran lahan, Damkartan juga mencatat beberapa insiden kebakaran lainnya, seperti oven tembakau dan rumah, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak Damkartan telah menyiapkan tim khusus dan mobil pemadam yang siaga di Kawasan Mandalika untuk memberikan respons cepat jika terjadi kebakaran. “Kami telah menempatkan petugas di titik-titik rawan kebakaran, termasuk di Mandalika, agar respons bisa lebih cepat dan kebakaran tidak meluas,” ujar Supardan.

Dalam penanganan kebakaran ini, Damkartan Lombok Tengah berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan cepat. Supardan berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membakar lahan atau sampah, mengingat dampaknya yang besar terhadap lingkungan dan keselamatan. “Kami berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah, karena potensi kebakaran sangat tinggi di musim kemarau ini,” tutupnya.

Kebakaran lahan di Lombok Tengah selama musim kemarau ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan terus berkoordinasi bersama pihak terkait, Damkartan Lombok Tengah berupaya menjaga keselamatan warga dan meminimalisir risiko kebakaran di masa mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *