Tanjungtv.com – Kabar mengejutkan datang dari kubu pendukung pasangan calon (paslon) Iqbal-Dinda. Relawan Garda Akselerasi Sasambo (Gass) Iqbal Lombok Timur secara resmi membubarkan diri. Keputusan ini diungkapkan langsung oleh Koordinator Gass Iqbal Lotim, Viky Febrial Al Fayid, yang menyatakan bahwa keputusan ini sudah melalui pertimbangan matang. “Keputusan bubar ini sudah bulat. Sudah pasti,” tegas Viky saat dihubungi kemarin (18/10).
Menurut Viky, Gass Iqbal adalah manifestasi gerakan muda yang sejak awal dibentuk untuk mengisi pos-pos pemenangan pasangan Iqbal-Dinda di kalangan pemuda Lombok Timur. Relawan ini diharapkan bisa meraup suara signifikan dalam Pilkada yang akan datang. Namun, harapan itu kini sirna. “Sayangnya, kami merasa Iqbal-Dinda sudah tidak lagi membutuhkan relawan Gass Iqbal Lotim,” ungkap Viky penuh kekecewaan.
Kekecewaan ini semakin memuncak ketika tidak ada kejelasan mengenai arahan politik sejak deklarasi relawan Gass Iqbal di Lembah Datu, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. “Seolah-olah Iqbal-Dinda abai terhadap aspirasi kami, khususnya dari relawan muda di Lombok Timur. Bahkan ketika ada kunjungan LMI ke Lombok Timur, kami tidak pernah dilibatkan,” lanjut Viky.
Viky menilai, ketidakhadiran dan ketidakjelasan dari pasangan Iqbal-Dinda telah menciptakan kesan eksklusivitas di antara paslon tersebut. Selama lebih dari 40 hari, relawan ini tidak pernah mendapatkan kunjungan atau perhatian khusus. “Maka dari itu, sudah bulat keputusan kami untuk membubarkan barisan relawan Gass Iqbal di Lombok Timur. Kami ingin menghindari potensi penyalahgunaan identitas relawan, seperti penggunaan nama Korcam dan lainnya,” tegas Viky lagi.
Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk kondisi politik yang terjadi saat ini. Ketika ditanya apakah mereka akan beralih mendukung kandidat lain, Viky menjawab dengan diplomatis. “Belum tahu mau ke mana. Tapi yang jelas, kemungkinan besar kami tidak akan kembali, meskipun langsung diajak bertemu oleh ketua Gass Iqbal NTB,” pungkasnya.
Sementara itu, dari kubu Iqbal-Dinda, juru bicara mereka, Adhar Hakim, menanggapi berita bubarnya relawan Gass Iqbal Lotim sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik. “Di kubu mana pun, hal ini adalah dinamika biasa. Kami fine-fine saja,” ujar Adhar dengan tenang.
Adhar juga mengklaim bahwa meskipun ada relawan yang mundur, arus pendukung baru yang bergabung ke Iqbal-Dinda semakin banyak. Ia menepis anggapan bahwa pasangan Iqbal-Dinda eksklusif dalam menjalankan kampanye. “Kampanye Iqbal-Dinda dirancang berdasarkan analisa hasil survei, bukan karena suka atau tidak suka. Tentu tidak semua daerah bisa dikunjungi, dan seluruh relawan memahami itu,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Adhar menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan mundurnya relawan Gass Iqbal Lotim dan tidak akan menghalangi keputusan mereka. “Kami tetap menghargai pilihan mereka dan siap melanjutkan perjuangan dengan dukungan yang lebih besar,” tutupnya.















