Tanjungtv.co – Sebuah postingan media sosial yang menyoroti tumpukan sampah di parit jalan Ladang-Ladang beberapa waktu lalu, justru menjadi pemicu demonstrasi sinergi yang cepat dan efektif antara elemen masyarakat, legislatif, dan eksekutif di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Laporan yang awalnya disampaikan oleh Artadi, anggota DPRD Lombok Utara, melalui akun media sosialnya, langsung direspons dengan tindakan nyata oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, menghasilkan solusi konkret dan apresiasi publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, H. Husnul Ahadi, ketika dikonfirmasi di kantornya, menjelaskan secara detail mekanisme dan filosofi penanganan sampah oleh pemda. Beliau mengakui bahwa sampah di lokasi tersebut merupakan persoalan kompleks yang sering kali berasal dari berbagai wilayah hulu yang terbawa aliran air melalui kali atau saluran drainase.
“Sampah itu datang dari berbagai wilayah, terbawa air melalui kali. Ini menunjukkan bahwa penanganannya harus komprehensif, tidak hanya di titik keluhan, tetapi juga dari sumbernya,” jelas H. Husnul Ahadi. Ia menegaskan komitmen pemda dalam mengelola sampah secara berjenjang, mulai dari sumber seperti pasar, toko-toko, hingga pedagang kaki lima, sebagai strategi jangka panjang untuk meminimalisir kebocoran sampah ke lingkungan.
Namun, untuk respons insidental seperti laporan di media sosial, DLH memiliki protokol tindak cepat. “Prinsip kami, kalau ada laporan dari masyarakat—baik langsung, melalui call center, atau media sosial—kami langsung bergerak untuk mengangkut ke TPA. Setelah itu, sampah akan dipilah untuk dimaksimalkan potensi daur ulang atau pengolahannya,” papar Kadis dengan penuh semangat. Penjelasan ini menegaskan bahwa laporan warga, dalam bentuk apapun, memiliki saluran resmi dan dijamin tindak lanjutnya.
Respons cepat yang dilakukan oleh tim DLH tidak hanya membersihkan lokasi, tetapi juga memuaskan pihak yang melaporkan. Melalui akun media sosial yang sama, Artadi, anggota DPRD yang awalnya menyebarkan keluhan, secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih atas reaksi cepat dinas LH. “Saya mewakili masyarakat di sekitar lokasi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada DLH KLU atas respons dan tindakan cepatnya. Ini yang kita harapkan, sinergi untuk kebaikan bersama,” tulisnya, disertai foto kondisi setelah pembersihan.
Insiden ini menjadi studi kasus positif yang memperlihatkan beberapa kemajuan penting dalam tata kelola lingkungan di KLU:
Efektivitas Saluran Partisipasi Publik: Media sosial terbukti menjadi alat monitoring yang efektif ketika digunakan secara konstruktif dan direspons dengan profesionalisme oleh otoritas.
Komitmen pada Pelayanan Cepat: Respons DLH menunjukkan budaya kerja “urgency” dalam melayani masyarakat, mengutamakan penyelesaian masalah di lapangan.
Kolaborasi Positif Antar Lembaga: Hubungan kerja yang baik antara legislatif (sebagai penyambung lidah rakyat) dan eksekutif (sebagai pelaksana kebijakan) terlihat nyata dan menghasilkan dampak langsung.
Transparansi dan Akuntabilitas: Proses dari laporan hingga penyelesaian dapat dipantau publik, membangun kepercayaan terhadap institusi pemerintah.
Kejadian ini juga menjadi momentum promosi bagi program-program DLH ke depan, termasuk sosialisasi aplikasi SIAP Lingkungan yang akan segera diluncurkan. “Insiden ini memperkuat alasan mengapa kita perlu sistem yang lebih terstruktur. Dengan aplikasi SIAP Lingkungan nanti, laporan bisa lebih terdata, terlacak, dan penanganannya lebih sistematis,” tambah H. Husnul Ahadi, mengaitkan respons ad-hoc ini dengan inovasi digital jangka panjang.
Dengan demikian, masalah sampah di parit Jalan Ladang-Ladang tidak hanya berhasil diselesaikan, tetapi juga menjadi cerita sukses tentang pentahelix governance di era digital. Kolaborasi antara masyarakat yang aktif, legislatif yang responsif, dan eksekutif yang bekerja cepat, telah membuahkan hasil nyata bagi kebersihan dan kenyamanan lingkungan hidup Lombok Utara.















