Riset Turun ke Pesisir, ITSRC Unram Siap Ubah Rumput Laut Jadi Mesin Ekonomi Lombok Timur

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Ketika pembangunan fisik desa mulai melambat, arah baru pembangunan justru menguat pada sektor pemberdayaan. Di tengah upaya riset yang mulai turun ke pesisir melalui ITSRC Unram untuk menjadikan rumput laut sebagai mesin ekonomi Lombok Timur, Pemerintah Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, memilih memperkuat fondasi sumber daya manusianya.

Pelaksana Harian Kepala Desa Jenggala, Permana Azani, menegaskan bahwa prioritas pembangunan desa kini menyesuaikan aspirasi warga. Jika infrastruktur dasar telah banyak ditangani pemerintah daerah dan melalui program pokok pikiran (pokir) dewan pada tahun-tahun sebelumnya, maka tahun ini fokus diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat.

banner 325x300

“Program prioritas sesuai permintaan masyarakat adalah pemberdayaan. Untuk fisik tidak terlalu banyak, karena sudah banyak dikerjakan di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan geliat riset pesisir yang dikembangkan oleh International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) milik Universitas Mataram. Kehadiran pusat riset tersebut diharapkan tak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal seperti rumput laut.

Di Desa Jenggala, pemberdayaan diterjemahkan dalam bentuk pelatihan perbengkelan, pertukangan, hingga dukungan terhadap pengembangan usaha pemuda dan kelompok usaha masyarakat. Skema ini diarahkan agar warga memiliki keterampilan produktif yang bisa langsung dikonversi menjadi pendapatan.

Namun, tantangan tak kecil membayangi. Dana Desa (DD) yang diterima tahun ini hanya sekitar Rp 373 juta, turun drastis dari sebelumnya yang mencapai Rp 900 juta. Penurunan tersebut membuat ruang fiskal desa semakin terbatas.

Selain itu, penggunaan DD telah ditentukan peruntukannya oleh pemerintah pusat, antara lain untuk program padat karya, penanganan stunting, ketahanan pangan, serta dukungan implementasi program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Kondisi ini memaksa pemerintah desa untuk menyusun strategi yang lebih selektif dan terukur. Setiap rupiah anggaran diarahkan agar berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi warga.

Di tengah dinamika tersebut, sinergi antara riset pesisir dan pemberdayaan desa menjadi kunci. Ketika inovasi rumput laut mulai digerakkan sebagai mesin ekonomi Lombok Timur, desa-desa seperti Jenggala menyiapkan manusianya—agar tak sekadar menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam rantai nilai ekonomi baru yang sedang tumbuh di pesisir.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *