Tanjungtv.com — Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah dan W. Musyafirin, yang dikenal dengan sebutan Rohmi-Firin, berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor perikanan dan kelautan. Dalam visinya, mereka bertekad mengembalikan kejayaan bahari NTB yang pernah menjadi pusat budidaya dan ekspor komoditas laut unggulan, seperti mutiara laut selatan (south sea pearl), lobster, udang, serta beragam ikan tangkapan yang berkualitas tinggi.
“NTB pernah berjaya di sektor kelautan, menjadi eksportir terbesar komoditi unggulan. Jika potensi ini dikelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi baru, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat pesat,” ujar Rohmi dalam sambutannya di Mataram, kemarin.
Rohmi menilai bahwa potensi besar NTB dalam sektor kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ekonomi inklusif bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di NTB. Meski demikian, ia menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di kawasan pesisir yang justru menjadi ironi di tengah kekayaan sumber daya laut yang dimiliki provinsi ini.
“Kawasan pesisir dan pulau kecil masih menjadi kantong-kantong kemiskinan. Ini jelas harus diperbaiki, dan Rohmi-Firin akan menjadikan sektor bahari sebagai prioritas,” tegasnya.
Dengan luas perairan laut hingga 29.159 kilometer persegi dan garis pantai sepanjang 2.333 kilometer, NTB dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, termasuk pulau-pulau kecil yang mendunia karena potensinya sebagai destinasi wisata. Tiga Gili di Lombok Utara adalah contoh nyata betapa besar potensi ini untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun, Rohmi menekankan pentingnya kehadiran pemerintah provinsi di tengah masyarakat pesisir, untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang terpinggirkan di tengah kekayaan bahari.
“Saat saya menjabat sebagai Wakil Gubernur, kami telah berupaya melalui program Posyandu Terpadu di desa dan kelurahan pesisir, serta pembinaan UMKM yang terintegrasi dengan desa wisata. Tapi itu belum cukup. Rohmi-Firin akan lebih mengoptimalkan sektor bahari demi kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau kecil,” tambahnya.
Rohmi menegaskan bahwa kerja sama dengan kabupaten/kota di NTB sangat penting untuk mengelaborasi program-program di sektor kelautan dan perikanan. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi dengan provinsi-provinsi kepulauan lainnya untuk mengangkat sektor bahari NTB ke tingkat yang lebih tinggi.
“Pengembalian kejayaan bahari NTB harus menjadi prioritas. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga pesisir, terutama kaum perempuan, tidak lagi hidup dalam kemiskinan saat suami mereka melaut. Mereka harus diberdayakan dengan keterampilan dan usaha yang mandiri,” tuturnya.
Rohmi-Firin meyakini bahwa sektor bahari adalah wajah dari NTB sebagai provinsi kepulauan. Dalam visi ketiga dari delapan visi mereka, pasangan ini berfokus pada percepatan ekonomi berkelanjutan, khususnya melalui pariwisata dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Visi kami jelas, mempercepat kemajuan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan, serta menurunkan angka kemiskinan di NTB. Kami bertekad memaksimalkan potensi bahari demi kesejahteraan rakyat NTB,” pungkasnya.















