SPAM Gangga Dorong Efisiensi Ekonomi Warga, Layanan Air 24 Jam Mulai Terasa

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com — Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Gangga kini tidak hanya bergerak menuju penyelesaian fisik, tetapi mulai menunjukkan dampak sosial-ekonomi bagi warga dua desa penerima manfaat. Meskipun progres pembangunan baru mencapai sekitar 75 persen, manfaat air mengalir 24 jam telah dirasakan di Desa Rempek Darussalam dan Desa Genggelang.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat deviasi pekerjaan hanya minus 1–2 persen. Proyek ini tetap dibidik tuntas pada akhir Desember 2025, dengan provisional hand over (PHO) ditargetkan pertengahan Desember.

banner 325x300

Kepala Bidang Cipta Karya PUPR KLU, Rangga Wijaya, mengatakan pembangunan reservoir berkapasitas 200 meter kubik menjadi fokus utama saat ini. Struktur ini akan menjadi tulang punggung distribusi air bersih di delapan dusun yang tercakup dalam proyek.

“Targetnya akhir Desember selesai semua. Pertengahan bulan kita upayakan sudah bisa PHO,” ujarnya, Sabtu (22/11).

Efisiensi Pengeluaran Warga Meningkat

Selain pembangunan fisik, salah satu dampak paling nyata dari proyek ini adalah efisiensi ekonomi rumah tangga. Setiap kepala keluarga menerima meter air gratis serta layanan air tanpa biaya selama dua hingga tiga bulan pertama sebelum transisi ke sistem pelanggan PDAM.

Rangga mencatat, instalasi meter gratis tersebut memiliki nilai ekonomis signifikan. “Biaya pemasangan yang biasanya Rp2,5 juta per KK, kini ditanggung pemerintah melalui program ini. Ini membantu meringankan beban warga,” jelasnya.

Sebelumnya, proyek lanjutan pemanfaatan mata air Sekeper juga telah memberikan pemasangan meter gratis kepada sekitar 600 kepala keluarga.

Akses Air Bersih Diperkirakan Tembus 80 Persen

Dengan jaringan SPAM yang nantinya terhubung langsung ke pipa di jalan nasional, cakupan layanan air bersih di wilayah Gangga diperkirakan melampaui 80 persen. Kondisi ini menjadi lonjakan signifikan dibanding sebelumnya, ketika warga hanya dapat menikmati aliran air pada malam hari.

Meski begitu, medan perbukitan serta curah hujan beberapa hari terakhir sempat memperlambat pekerjaan lapangan. Penggalian dan pengecoran harus dihentikan sementara karena risiko longsoran yang dapat menutup badan jalan.

“Kita khawatirkan kalau dipaksa lanjut, tanahnya bisa menurun dan mengotori jalan,” ujar Rangga.

Kontraktor dan Pembiayaan

Proyek ini dikerjakan oleh CV Tistha Karya yang beralamat di Monjok, Mataram, dengan total anggaran sekitar Rp7,4 miliar.

Dengan manfaat awal yang sudah dirasakan dan progres pembangunan yang terus dikebut, SPAM Gangga diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap kebutuhan air bersih yang stabil dan merata bagi warga di dua desa tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *