Sudirsah di Balik Layar Juara PS Daygun, Dari Mobilisasi Suporter hingga 80 Persen Skuad

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Sejarah baru tercipta bagi sepak bola Kabupaten Lombok Utara (KLU) setelah PS Daygun menjuarai Liga 4 NTB 2026. Kemenangan 2-0 atas Persebi Bima di partai final menjadi momen yang tak hanya membanggakan pemain dan pelatih, tetapi juga memperlihatkan kuatnya dukungan politik dan sosial di balik layar kesuksesan itu.

Atmosfer laga final di GOR 17 Desember Turida Mataram berubah menjadi lautan semangat warga KLU. Ribuan suporter datang memadati tribun, bahkan sebagian terpaksa meluber hingga ke luar stadion karena tak kebagian tiket. Di balik gelombang dukungan itu, ada peran aktif Anggota DPRD NTB asal KLU, Sudirsah Sujanto.

banner 325x300

Bukan sekadar hadir sebagai penonton, Sudirsah terlibat langsung menggerakkan massa suporter dari Lombok Utara menuju Mataram. Ia bahkan mengerahkan kendaraan untuk memboyong masyarakat agar bisa memberi dukungan langsung di stadion.

“Pokoknya seluruh masyarakat KLU kami kerahkan. Saya satu napas dengan semangat Pak Bupati yang juga menggerakkan masyarakat untuk datang langsung mendukung PS Daygun,” ujarnya.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Selain faktor kebanggaan daerah, Sudirsah punya ikatan emosional kuat dengan skuad PS Daygun musim ini. Klub Abal FC yang ia pimpin menyumbang sekitar 80 persen pemain dalam komposisi tim juara tersebut. Artinya, mayoritas pemain yang mengangkat trofi adalah anak-anak binaannya sendiri.

Keterlibatan itu menunjukkan bahwa kemenangan PS Daygun bukan sekadar hasil kerja di atas lapangan, melainkan juga buah konsistensi pembinaan. Sudirsah selama ini dikenal sebagai figur yang aktif mengembangkan sepak bola di daerahnya, di tengah kesibukan sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB.

Sepak bola, baginya, bukan hanya olahraga. Ia adalah ruang pemersatu lintas kalangan, tempat energi muda disalurkan secara positif. Keberhasilan PS Daygun di Liga 4 NTB 2026 pun menjadi bukti bahwa ketika pembinaan, dukungan publik, dan kepemimpinan daerah berjalan seirama, prestasi bukan lagi sekadar mimpi.

Kini, KLU tak hanya larut dalam euforia kemenangan. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana kekuatan solidaritas daerah mampu melahirkan sejarah baru di kancah sepak bola NTB

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *