Tanjungtv.com – Kota Tanjung, jantung pemerintahan Kabupaten Lombok Utara (KLU), sedang memasuki babak baru dalam upaya peningkatan infrastruktur dengan proyek penerangan jalan umum (PJU) ambisius. Proyek ini tidak hanya menjadi bukti komitmen Pemkab KLU terhadap keselamatan warganya, tetapi juga langkah nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Parihin, Kepala Dinas Perhubungan KLU, dengan optimisme tinggi, memimpin inisiatif ini dengan janji bahwa Tanjung akan menjadi lebih terang dan lebih aman dalam waktu dekat.
Inisiatif penerangan yang sebelumnya dimulai di Sambik Elen, kini merambah ke pusat pemerintahan KLU. Dinas Perhubungan KLU telah merencanakan pemasangan 60 unit PJU di sepanjang jalan dari Jembatan Sokong hingga Masjid Tanak Song. Dengan total panjang 1,7 kilometer, proyek ini diharapkan dapat mengubah wajah Tanjung, terutama pada malam hari. “Saat ini sudah mulai penggalian untuk pemasangan pondasi PJU-nya. Insya Allah, akhir tahun Kota Tanjung sudah terang benderang,” ungkap Parihin penuh keyakinan. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 1,74 miliar, menjadikannya salah satu terobosan infrastruktur terbesar di KLU dalam beberapa tahun terakhir.
Transformasi Keamanan dan Ekonomi di Tengah Kota
Proyek penerangan ini lebih dari sekadar upaya untuk mempercantik Kota Tanjung. Kehadiran penerangan jalan yang memadai akan berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan warga. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah yang minim penerangan di KLU telah menjadi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Dengan penerangan yang lebih baik, angka kecelakaan diharapkan menurun drastis, terutama di jalur-jalur strategis yang digunakan masyarakat setiap harinya.
Tidak hanya itu, penerangan yang memadai juga akan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas perdagangan dan usaha-usaha kecil di sekitar area proyek akan beroperasi lebih lama dan lebih aman. Parihin menyoroti bahwa dengan adanya penerangan yang baik, aktivitas ekonomi di malam hari akan lebih hidup, memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk berkembang.
Namun, Parihin juga menyadari bahwa proyek ini hanyalah langkah awal dari upaya yang lebih besar untuk menjangkau seluruh wilayah KLU. Dengan keterbatasan anggaran, Pemkab KLU harus mengambil pendekatan bertahap dalam pelaksanaan proyek penerangan ini. “Masih banyak wilayah yang belum memiliki penerangan yang layak. Kami akan terus bekerja keras untuk menjangkau semua titik tersebut, tetapi ini akan dilakukan bertahap sesuai prioritas dan ketersediaan anggaran,” jelas Parihin.
Pendekatan bertahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap wilayah yang diprioritaskan mendapatkan infrastruktur yang layak, sembari mengatasi kendala-kendala anggaran yang ada. Parihin dan timnya berfokus pada pusat-pusat keramaian terlebih dahulu, sebelum merambah ke wilayah pinggiran yang juga membutuhkan penerangan.
Antisipasi Dampak Positif: Keselamatan dan Kesejahteraan Warga
Respon masyarakat terhadap proyek ini sangat positif. Banyak warga yang menyambut baik inisiatif ini dengan harapan bahwa penerangan jalan yang memadai akan menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas, meningkatkan keamanan, serta memfasilitasi aktivitas ekonomi di malam hari. Terutama di sepanjang jalan dari Jembatan Sokong hingga Masjid Tanak Song yang menjadi salah satu jalur sibuk di Tanjung.
Selain itu, penerangan yang lebih baik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Akses yang lebih aman dan nyaman akan memudahkan warga untuk menjalankan aktivitasnya di malam hari, mulai dari pulang kerja hingga berbelanja atau sekadar menikmati malam di pusat kota.
Meski antusiasme tinggi, proyek ini juga dihadapkan pada tantangan besar, terutama terkait pemeliharaan jangka panjang. Lombok Utara sering mengalami cuaca ekstrem, yang dapat mempengaruhi daya tahan PJU. Tanpa perencanaan pemeliharaan yang matang, keberlanjutan proyek ini bisa terganggu. Parihin dan timnya sudah memikirkan strategi pemeliharaan rutin agar PJU tetap berfungsi optimal meski terpapar kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami tidak hanya akan memasang PJU, tetapi juga memastikan bahwa PJU tersebut bisa berfungsi dalam jangka panjang demi kenyamanan warga KLU,” tegas Parihin. Komitmen tersebut menjadi kunci kesuksesan proyek ini, dan warga Tanjung berharap agar Dinas Perhubungan KLU terus menjaga kualitas infrastruktur yang ada.
Proyek ambisius penerangan jalan di Kota Tanjung ini merupakan bukti nyata bahwa Lombok Utara terus bertransformasi menjadi daerah yang lebih modern dan aman. Dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat dan fokus Pemkab KLU untuk menjangkau seluruh wilayah secara bertahap, inisiatif ini diperkirakan akan memberikan dampak positif yang signifikan.
Jika proyek ini berhasil sesuai dengan jadwal, Tanjung akan menjadi contoh sukses bagi daerah lain di Lombok Utara. Proyek ini juga menjadi cerminan visi Pemkab KLU yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.















