Tanjungtv.com — GOR Turida menjadi saksi bagaimana PS Dayan Gunung (PS Daygun) tak pernah berjuang sendirian. Di balik kemenangan 3-1 atas Bintang Ampenan FC pada lanjutan Liga 4 NTB musim 2025/2026 zona Pulau Lombok, berdiri gelombang dukungan besar dari warga Kabupaten Lombok Utara (KLU), para donatur, hingga sejumlah anggota dewan yang ikut turun tangan menyokong perjuangan tim kebanggaan daerah.
Antusiasme penonton sejak laga dimulai begitu terasa. Tribun dipenuhi suporter KLU yang datang dengan satu tujuan: memberi energi penuh bagi PS Daygun. Dukungan itu tidak hanya berupa sorakan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata. Endri Foundation secara terbuka memberikan bonus Rp1 juta untuk setiap gol yang dicetak PS Daygun, dibayarkan secara tunai. Tak hanya itu, Kantor Firma Hukum Advokat dan Konsultan Hukum Marianto, SH dan Rekan juga memberikan bonus Rp2 juta secara tunai.
Menariknya, dukungan juga mengalir dari kalangan legislatif. Sejumlah anggota dewan asal KLU disebut turut menjadi penyumbang dana dan kebutuhan tim sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan sepak bola lokal, kontribusi tersebut menjadi dorongan moral penting bagi para pemain di lapangan.
“Yang kami lihat hari ini bukan sekadar pertandingan, tapi solidaritas. Ada suporter, ada donatur, bahkan ada dewan yang ikut menyokong. Ini bukti PS Daygun adalah milik masyarakat KLU,” ujar manager.
Di atas lapangan, PS Daygun membalas kepercayaan itu dengan performa meyakinkan. Gol pembuka lahir dari skema serangan sisi kiri. Umpan silang Bayu Irawan dituntaskan dengan sempurna oleh Marta Sukma Bakti. Keunggulan bertambah setelah Juanda mencetak gol kedua lewat serangan dari sisi kanan, menutup babak pertama dengan skor 2-0.
Bintang Ampenan FC sempat memperkecil ketertinggalan di babak kedua melalui situasi sepak pojok, membuat laga berjalan tegang. Namun mental PS Daygun tetap terjaga. Pada masa injury time, satu gol penutup tercipta lewat sepakan keras yang memastikan kemenangan 3-1.
Ketua PSSI KLU, Raden Nuna Abriadi, menilai dukungan lintas elemen masyarakat sebagai modal penting kebangkitan sepak bola Lombok Utara. Ia menyebut, semangat yang ditunjukkan suporter, donatur, dan para wakil rakyat harus dijaga agar tidak berhenti di satu turnamen saja.
“Sepak bola KLU sedang hidup. Dukungan masyarakat sudah nyata, sekarang tinggal bagaimana kesinambungannya dijaga agar pembinaan berjalan terus,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari tribun hingga ruang-ruang kebijakan, PS Daygun kini melangkah bukan hanya sebagai tim peserta, tetapi sebagai simbol kebangkitan sepak bola Lombok Utara di pentas NTB.















