TANJUNGTV–Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, khususnya sektor penerangan jalan umum. Hal itu ditandai dengan dibukanya Konsultasi Publik Project Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Sektor Alat Penerangan Jalan (APJ) oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, di Tanjung, Rabu kemarin,.
Kegiatan strategis ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab KLU untuk mencari solusi pembiayaan inovatif dalam pemenuhan kebutuhan penerangan jalan yang hingga kini masih belum sepenuhnya terpenuhi di seluruh wilayah kabupaten termuda di NTB tersebut.Konsultasi publik ini dihadiri oleh Astu Gagono Kendarto, Direktur Pembiayaan Strategis dan Inovasi Kementerian PPN/BAPPENAS, Wakil Ketua II DPRD KLU I Made Kariyasa, para Asisten Setda dan Staf Ahli Bupati KLU, anggota Forkopimda KLU, serta sejumlah undangan dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi kebutuhan mendasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan aspek keselamatan, keamanan, dan aktivitas ekonomi warga. Menurutnya, skema KPBU menjadi alternatif realistis di tengah keterbatasan fiskal daerah.“Kita ingin memastikan pembangunan APJ di Lombok Utara tidak lagi berjalan lambat.
KPBU ini membuka ruang kolaborasi dengan badan usaha, sehingga pelayanan publik tetap meningkat tanpa membebani APBD secara berlebihan,” tegas Wabup.
Sementara itu, Kepala Bappeda Riset dan Inovasi Daerah (Bapprida) KLU Hermanto dalam laporannya memaparkan kondisi eksisting penerangan jalan di Lombok Utara.
Ia menyebutkan, hingga saat ini jumlah titik alat penerangan jalan yang telah terbangun mencapai 4.306 titik lampu.“Jika dibandingkan dengan total kebutuhan penerangan jalan di KLU yang diperkirakan mencapai 8.000 hingga 9.000 titik lampu, maka masih terdapat kekurangan yang cukup signifikan dan perlu ditangani secara sistematis dan berkelanjutan,” jelas Hermanto.
Ia menambahkan, ketimpangan sebaran penerangan jalan masih dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya pada ruas jalan penghubung antar-desa dan kawasan dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan KLU Iwan Maret Asmara menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap pengembangan sektor penerangan jalan di Lombok Utara.“Kami di Dinas Perhubungan mengucapkan terima kasih atas support seluruh pihak, baik dari BAPPENAS, DPRD, Forkopimda, maupun OPD terkait.
Dukungan ini sangat penting agar program penerangan jalan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Iwan.Melalui konsultasi publik ini, Pemkab Lombok Utara berharap memperoleh masukan konstruktif dari berbagai pihak, sekaligus membangun kesepahaman bersama sebelum proyek KPBU APJ benar-benar diimplementasikan.
Dengan sinergi lintas sektor, KLU menargetkan percepatan pemerataan penerangan jalan demi meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik bagi masyarakat.















