Tanjungtv.com – Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menegaskan bahwa keberhasilan program Keluarga Harapan (PKH) dalam menekan angka kemiskinan tidak lepas dari peran pendamping di lapangan. Hal itu ia sampaikan saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) PKH di Dusun Gondang Timur, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Selasa (16/9).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup tidak hanya berdialog dengan para pendamping PKH, tetapi juga turun langsung ke rumah-rumah warga penerima manfaat untuk melakukan validasi data. Langkah ini dinilainya penting agar bantuan yang digulirkan tepat sasaran.
BACA JUGA : Pelantikan Sekda KLU Jadi Momentum Najmul Tegaskan Disiplin dan Filosofi Kepemimpinan
“Alhamdulillah, angka kemiskinan di Lombok Utara menurun drastis dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di NTB. Itu artinya sinergi pemerintah dan pendamping PKH mulai menunjukkan hasil nyata,” ujar Kusmalahadi.
Ia menekankan bahwa pendamping PKH merupakan garda terdepan pemerintah dalam memastikan kebijakan penanggulangan kemiskinan berjalan efektif. “Pekerjaan ini membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, sebab para pendamping berhadapan langsung dengan masyarakat penerima manfaat,” tambahnya.
Wabup juga berpesan agar seluruh pendamping menjadikan tugas yang dijalankan sebagai bagian dari amal ibadah. “Jika kita mencintai pekerjaan ini, insyaAllah hasilnya akan lebih mudah tercapai dan membawa manfaat luas,” katanya.
Sementara itu, Kadis Sosial PP dan PA KLU, Faturahman, dalam laporannya menyebutkan bahwa jumlah pendamping PKH di Lombok Utara sebanyak 66 orang. Dari jumlah itu, 64 orang telah dinyatakan lulus seleksi PPPK formasi Kementerian Sosial, sementara dua orang lainnya tidak mengikuti tes.
Dengan formasi tersebut, Pemkab KLU optimistis pelaksanaan PKH ke depan akan semakin optimal, sehingga target pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai lebih cepat.















