Berita  

Wisata NTB Hadapi Tantangan, Namun Ada Sinyal Positif dari Lama Menginap Tamu

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di sektor perhotelan, baik untuk hotel bintang maupun non-bintang. Meski demikian, terdapat beberapa indikator positif yang bisa menjadi titik terang bagi industri pariwisata daerah.

Pada Maret 2025, TPK hotel bintang di NTB tercatat sebesar 26,36%, turun 6,39 poin dibanding Februari 2025 yang mencapai 32,75%. Jika dibandingkan dengan Maret 2024 (28,45%), penurunannya mencapai 2,09 poin. Di antara kelas hotel bintang, penghunian tertinggi terjadi di hotel bintang 3 (28,95%), disusul bintang 4 (28,47%), bintang 2 (23,88%), bintang 5 (20,75%), dan bintang 1 (12,08%).

banner 325x300

BACA JUGA : Bank NTB Syariah Hadirkan Program Tebar Berkah Amanah 2025, Nasabah Bisa Pilih Hadiah Langsung

Kabar menggembirakan datang dari rata-rata lama menginap tamu yang meningkat menjadi 2,14 hari, naik 0,23 hari dari bulan sebelumnya. Total tamu yang menginap di hotel bintang mencapai 65.826 orang, dengan komposisi 54,34% tamu domestik dan 45,66% tamu mancanegara. Meski jumlah tamu turun 21,28% (17.790 orang) dibanding Februari, hotel bintang 4 tetap menjadi favorit dengan 44,14% tamu memilih menginap di sana.

Sementara itu, TPK hotel non-bintang juga mengalami penurunan sebesar 2,10 poin menjadi 20,83% dibanding bulan sebelumnya. Namun, angka ini justru lebih tinggi 0,18 poin dibanding Maret 2024. Kelompok kamar 40 ke atas dan 10-24 menjadi yang paling banyak dihuni (masing-masing 19,80% dan 19,78%). Rata-rata lama menginap di hotel non-bintang juga meningkat dari 1,64 hari menjadi 1,74 hari.

Total tamu di hotel non-bintang tercatat 47.020 orang, dengan 61,60% tamu lokal dan 38,40% wisatawan asing. Meski terjadi penurunan jumlah tamu sebesar 21,61% (12.965 orang), kelompok kamar 10-24 tetap mendominasi dengan 46,24% pemilihan.

Kondisi ini mendapat perhatian dari pelaku industri. Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka, mengungkapkan keprihatinannya atas penurunan kunjungan wisatawan yang baru mencapai 10% dibanding tahun sebelumnya. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh hotel, tetapi juga UMKM sektor pariwisata seperti pedagang suvenir, kuliner, dan jasa transportasi.

Meski tantangan masih besar, peningkatan lama menginap tamu bisa menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan sektor perhotelan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai krusial untuk memulihkan gairah pariwisata NTB. Upaya promosi yang lebih agresif dan kebijakan insentif mungkin bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menarik lebih banyak wisatawan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *