Wisata Tiu Pupus Telan Korban, Warga Desak Peningkatan Keamanan Jalur Tebing

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Peristiwa meninggalnya Muhnip (62), warga Dusun Kerurak, Desa Segara Katon, di kawasan Air Terjun Tiu Pupus pada Minggu (16/11), kembali memunculkan sorotan terhadap keamanan destinasi wisata alam di Lombok Utara. Korban ditemukan mengambang di kolam air terjun setelah diduga terjatuh dari tebing area pemandian.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahean mengatakan laporan awal datang dari pengunjung yang melihat tubuh korban terseret arus dan mengambang di bawah air terjun. Petugas Polsek Gangga bersama warga segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi.

banner 325x300

“Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka pada kepala, perut kanan, serta kedua kaki. Dugaan sementara korban terjatuh dari tebing pemandian,” ujarnya.

Peristiwa ini menambah daftar insiden yang terjadi di kawasan wisata bertopografi curam dan licin di KLU. Sejumlah warga mengakui jalur menuju area pemandian Tiu Pupus memiliki beberapa titik licin, terutama saat musim hujan atau ketika debit air meningkat.

Warga Nasuhim, orang yang pertama kali menerima kabar dari pengunjung, menyebutkan bahwa akses menuju lokasi memang membutuhkan perhatian lebih. “Beberapa titik licin, kadang pengunjung atau warga tidak sadar saat melintas,” ujarnya.

Keluarga Terima sebagai Musibah, Polisi Imbau Peningkatan Keselamatan

Dari keterangan keluarga, korban sempat berpamitan pergi ke kebun pada pagi hari sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Keluarga menolak visum dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, apalagi almarhum diketahui memiliki riwayat sering mengeluhkan sakit kepala.

Meski pihak keluarga telah membuat pernyataan resmi, polisi menekankan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di lingkungan bertebing maupun area wisata alam dengan medan ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan. Lokasi seperti tebing, air terjun, atau jalur perbukitan memiliki risiko tinggi, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata AKP Punguan.

Dorongan Perbaikan Fasilitas Keselamatan

Sejumlah warga dan pengunjung yang mengetahui kejadian tersebut berharap pemerintah daerah dan pengelola wisata memberikan perhatian lebih, terutama terkait rambu peringatan, pagar pengaman, serta perawatan jalur trekking.

Insiden ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar wisata alam di Lombok Utara tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi masyarakat dan wisatawan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *