Wisuda Lansia di Pemenang Timur Jadi Simbol Kebangkitan Pendidikan Sepanjang Hayat di Lombok Utara

banner 120x600
banner 468x60

Tanjungtv.com – Prosesi Wisuda Lansia Standar Dua (S2) Sekolah Lansia Tangguh Tebango di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kamis (4/12), bukan sekadar seremoni kelulusan. Di balik toga dan senyum para wisudawan yang rata-rata berusia di atas 60 tahun, tersimpan pesan kuat bahwa pendidikan sepanjang hayat kini benar-benar mendapat tempat di Lombok Utara.

Sebanyak 54 lansia diwisuda dalam suasana haru, menandai keberhasilan program kolaborasi antara Pemda Lombok Utara (Lotara) dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN NTB. Program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam pemberdayaan lansia melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

banner 325x300

Wakil Bupati Lotara, Kusmalahadi Syamsuri, yang memimpin langsung prosesi wisuda, menegaskan bahwa pendidikan tidak mengenal batasan usia. “Wisuda Lansia ini bukan hanya kebanggaan, tetapi pemicu semangat bagi kita semua bahwa belajar tidak memiliki akhir,” ujarnya.

Menurut Wabup Kus, para wisudawan adalah contoh nyata bahwa usia tidak menghalangi seseorang untuk terus berkembang. “Mereka menunjukkan tekad kuat untuk tetap aktif, produktif, dan mandiri. Lansia itu tidak harus berhenti. Mereka masih bisa berkarya dan memberi kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Kepala DP2KBPMD Lotara, Atmaja Gumbara, menjelaskan bahwa keberadaan sekolah lansia merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan lansia yang sehat dan berdaya. Selain itu, sejumlah program pendukung seperti Bina Keluarga Balita, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), hingga GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) terus didorong sebagai penguatan keluarga lintas generasi.

Dari total 66 lansia yang terdaftar, sebanyak 54 hadir dan siap menerima kelulusan. Program ini, kata Atmaja, bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui peningkatan pemahaman mengenai konsep lansia smart, sehat, aktif, produktif, mandiri, dan bermartabat.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN NTB Johari Effendi menyoroti pentingnya keberlanjutan program. Ia mengungkapkan bahwa Lombok Utara memiliki lebih dari 24 ribu lansia. Dengan hadirnya sekolah-sekolah lansia seperti di Tebango, ia berharap dapat meningkatkan angka harapan hidup sekaligus kualitas hidup para lansia. “Kami mendorong Pemda untuk menggandeng Forum CSR agar semakin banyak sekolah lansia berdiri di KLU,” ujarnya.

Wisuda Lansia di Pemenang Timur kini menjadi simbol bahwa pendidikan sepanjang hayat bukan hanya slogan, melainkan gerakan sosial yang mulai mengakar. Para lansia ini membuktikan bahwa semangat belajar dapat menjadi energi positif bagi generasi muda dan masyarakat luas.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *