Tanjungtv.com – Bangunan gudang dan gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, memang sudah berdiri rapi. Secara kasat mata, proyek itu terlihat selesai. Namun hingga kini, fasilitas yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi warga tersebut belum juga bisa dimanfaatkan.
Masalahnya bukan pada bangunan, melainkan pada proses administratif yang belum rampung. Pemanfaatan koperasi masih harus menunggu serah terima resmi dari pihak pelaksana kepada pemerintah desa.
Sekretaris Desa Sokong, Murjati, mengakui kondisi tersebut. Ia menyebut, dari sisi fisik proyek tampak telah tuntas. Namun untuk aspek teknis, pihak desa belum berani memastikan semuanya benar-benar selesai.
“Kalau dilihat secara fisik sudah klir. Tapi secara teknis kami belum tahu apakah sudah 100 persen selesai,” ujarnya.
Menurutnya, ada mekanisme formal yang harus dilalui sebelum bangunan itu bisa dioperasikan. Berdasarkan informasi yang diterima, serah terima dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Artinya, masyarakat masih harus menunggu beberapa waktu lagi sebelum koperasi itu benar-benar berjalan.
Padahal, harapan terhadap Kopdes Merah Putih cukup besar. Dibangun di atas lahan milik desa, fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi warga Sokong.
Sejumlah unit usaha telah dirancang untuk dijalankan melalui koperasi tersebut. Mulai dari pangkalan elpiji hingga penyediaan kebutuhan pertanian seperti pupuk. Rencana ini dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor pertanian.
Keterlambatan pemanfaatan ini pun menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, bangunan sudah berdiri megah. Di sisi lain, potensi ekonomi yang dijanjikan belum juga bisa dirasakan masyarakat.
Meski demikian, Murjati tetap optimistis. Ia yakin koperasi ini nantinya akan memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa.
“Tentu potensi desa akan kita maksimalkan untuk kemajuan Kopdes,” tutupnya.
Kini, yang ditunggu hanya satu hal: proses serah terima. Setelah itu, barulah Kopdes Merah Putih benar-benar bisa berfungsi—bukan sekadar bangunan yang selesai, tetapi juga penggerak ekonomi yang hidup















