Tanjungtv.com — Desa pesisir di ujung utara Lombok mulai dilirik sebagai episentrum baru penguatan ekonomi nelayan. Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, diusulkan menjadi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Usulan ini bukan tanpa alasan kawasan pesisir Dusun Lokok Kengkang dinilai strategis untuk membangun ekosistem perikanan terpadu.
Pembahasan usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan di Kantor Desa Sukadana beberapa waktu lalu. Di balik peluang besar itu, ada satu syarat krusial yang harus segera diselesaikan: pembebasan lahan seluas sekitar 55 are di tepi Pantai Sukadana.
Wakil Ketua DPRD KLU, Hakamah, menegaskan bahwa kesiapan lahan akan menjadi kunci utama. “Kalau kita sepakat untuk pembebasan lahan, maka peluang mendapatkan program ini sangat besar,” ujarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari agenda nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan di 1.100 titik di seluruh Indonesia—sebuah skema besar yang membuka peluang daerah pesisir untuk bertransformasi.
Jika disetujui, Desa Sukadana berpotensi mengantongi anggaran hingga Rp22 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penting, mulai dari kantor pengelola, shelter pendaratan ikan, gudang beku portable, pabrik es, rumah genset, hingga fasilitas penyimpanan coolbox. Infrastruktur ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini menjadi persoalan klasik nelayan.
Namun di balik angka-angka itu, tersimpan harapan yang lebih besar. Hakamah menilai program ini bisa menjadi momentum untuk mengakhiri ketimpangan perhatian terhadap nelayan yang selama puluhan tahun belum tersentuh optimal.
“Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini soal bagaimana nelayan kita bisa naik kelas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya perubahan kebijakan dalam PP Nomor 13 Tahun 2017 terkait RTRW Nasional, yang dinilai membuka ruang bagi daerah untuk lebih fleksibel menentukan arah pembangunan berbasis potensi lokal.
Dengan posisi geografis dan sumber daya yang dimiliki, Sukadana dinilai punya semua prasyarat untuk menjadi contoh sukses. Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah—apakah mampu bergerak cepat menuntaskan pembebasan lahan, atau justru membiarkan peluang besar ini berlalu begitu saja.















