Tanjungtv.com — Tak ada lagi ruang bagi aktivitas ekonomi yang luput dari pendataan. Seluruh pelaku usaha di Kabupaten Lombok Utara (KLU), mulai dari perusahaan besar, toko, perbankan, hingga usaha rumahan dan penjual online, dipastikan akan masuk dalam Sensus Ekonomi 2026.
Pendataan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) ini akan berlangsung selama empat bulan, dari Mei hingga Agustus mendatang. Sensus yang rutin dilakukan setiap satu dekade ini bukan sekadar agenda statistik, melainkan fondasi penting bagi arah kebijakan ekonomi daerah ke depan.
Kepala BPS KLU, Isa, menegaskan bahwa sensus kali ini dirancang untuk menangkap gambaran ekonomi secara utuh tanpa celah. Petugas akan turun langsung ke lapangan, menyisir seluruh desa untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat.
“Semua sektor kita data, mulai dari pertanian, perdagangan, industri hingga jasa. Yang punya tempat usaha akan kita datangi langsung, termasuk pelaku usaha tanpa lokasi fisik seperti penjual online,” ujarnya, Sabtu (25/4).
Fenomena menjamurnya usaha berbasis digital menjadi perhatian khusus dalam sensus kali ini. Menurut Isa, pola bisnis yang tak lagi bergantung pada lokasi fisik membuat metode pendataan harus lebih adaptif.
“Sekarang usaha online semakin banyak. Ini bagian penting yang harus kita tangkap supaya potret ekonomi kita benar-benar lengkap,” jelasnya.
Data yang terkumpul nantinya akan menjadi rujukan utama pemerintah dalam merancang program pembangunan ekonomi yang lebih presisi. Mulai dari penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau datanya lengkap, dari usaha besar sampai mikro, maka kebijakan yang dibuat bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Pelaksanaan sensus ini akan melibatkan petugas yang disebar di seluruh desa di KLU. Meski jumlah pasti petugas masih dalam tahap perencanaan, BPS memastikan setiap wilayah akan terjangkau.
Sementara itu, Bupati KLU Najmul Akhyar mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk aktif berpartisipasi. Ia menekankan bahwa keakuratan data sangat bergantung pada keterbukaan responden.
“Ini kontribusi kita untuk membangun daerah. Data ini penting untuk perencanaan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan UMKM,” ujarnya.
Ia berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 mampu menjadi pijakan kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi KLU yang lebih inklusif dan berkelanjutan—bukan sekadar angka, tetapi arah nyata bagi masa depan daerah.















